Sementara Direktorat SD mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 M dengan nama program bantuan tanggap darurat dan pemulihan pasca bencana, dan bantuan TIK.
Selanjutnya, bantuan yang bersumber dari Biro Keuangan dan BMN sebanyak Rp 450 juta disalurkan melalui program dukungan manajemen.
“Total penerima 80 sekolah, 17 SMP dan 63 SD. Jadi ada yang bentuknya tunai yang ditransfer ke rekening sekolah dan ada juga berupa barang yang langsung dikirim ke sekolah,” sebut Jun, Senin (7/3/2022).
Dari 80 sekolah penerima bantuan, terdapat 40 sekolah dasar yang menerima bantuan secara tunai dengan besaran nominal bervariatif. Sementara total 23 SD lainnya menerima bantuan dalam bentuk barang senilai Rp.93 juta per sekolah.













