Dugaan Korupsi APBD Majene 2024, Surat Panggilan Kedua Kejati untuk Bappeda Tidak Sampai

Korupsi APBD majene 2024
Kantor Bappeda Majene (foto: google)

MAJENE – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Majene, mengaku belum menerima undangan panggilan kedua dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar.

Padahal, surat panggilan pemeriksaan kedua dengan nomor B-350/P.6.5/Fd.1/02/2025, perihal bantuan pemanggilan, dikirim Kejati Sulbar melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Majene, pada 3 Maret 2025.

Baca Juga  LKPARI Kepung DPRD Polman, Usut Tuntas Dugaan Korupsi DAK dan Dana Hibah 2023/2024

Sayangnya, undangan tersebut tidak sampai ke tangan kepala Bappeda Majene hingga Jumat 7 Maret 2025.

“Kalau undangan yang pertama saya (sudah) terima, tapi karena waktu itu saya dalam kondisi baru selesai operasi, maka saya mohon utuk dijadwal ulang. Dan sampai saat ini saya belum menerima itu,” tulisnya melalui pesan WhatsApp, Jumat 7 Maret 2025.

Baca Juga  Skandal Ayam Potong Menggema di Dinas Pendidikan Majene

Hal ini kemudian menimbulkan spekulasi dan pertanyaan besar sejumlah pihak, mungkinkah surat tersebut sengaja tidak disampaikan ke yang bersangkutan.

Padahal, informasi yang dihimpun melalui Bagian Umum Sekretariat Daerah menyebut undangan tersebut berisi bantuan pemanggilan Kepala Bappeda Majene dan Kabid Anggaran BKAD Majene.

Baca Juga  JAPKEPDA Laporkan Tiga Pejabat Pemkab Majene ke Kejaksaan Negeri

Mungkinkah ada tindakan Sabotase atau tindakan yang disengaja untuk mengganggu, atau melemahkan aktivitas tertentu.

Beragam tanggapan muncul dari sejumlah kalangan, salah satunya Ketua Jaringan Pemerhati Kebijakan Pemerintah Daerah (JAPKEPDA) Juniardi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *