MAJENE  

Konon, Pua Sappe, Warga Miskin di Poros Soreang Majene Miliki Kesaktian

MAJENE, Beberapa minggu terakhir, seorang lelaki tua miskin, Pua Sappe, yang tinggal di jalan poros Soreang Majene Desa Palipi Soreang Kabupaten Majene, menjadi perhatian bagi sejumlah masyarakat, sejumlah kepala desa bahkan Dinas Sosial Kabupaten Majene.

Pasalnya, Pua Sappe atau nama aslinya Sahmir bersama tiga anaknya, tinggal di sebuah gubuk yang sangat tidak layak di jalan poros Soreang Majene.

Gubuk itu, jika hujan datang, Pua Sappe bersama tiga anaknya harus rela berbasah-basah akibat air hujan yang menghantam.

Baca Juga  Lelang Jabatan Sekda Sulsel, Sekda Majene Mendaftar, Namun Tak Memenuhi Syarat

Beruntung, seorang kepala desa di Pamboang, Kepala desa Bonde Utara Ilham, bersama swadaya warga Bonde Utara, membantu membuatkan rumah yang layak untuk dihuni Pua Sappe.

Bahkan Dinas Sosial Majene juga turut memberi bantuan kepada pua Sappe dengan sejumlah Sembako dan keperluan lainnya.

Saat wartawan karabao.id mendatangi kediaman Pua Sappe, sejumlah informasi yang diperoleh menyebutkan, dulunya, sebelum Pua Sappe tinggal disitu, air sama sekali tidak ada. Namun setelah Pua Sappe ada, muncul mata air dan Pua Sappe tak kesulitan lagi untuk kebutuhan air.

Baca Juga  Dinsos Majene Sambangi Warga yang Kurang Mampu di Sendana

Pua Sappe menceritakan, awalnya dirinya tinggal di Rangas Kelurahan Rangas. Dia kemudian memutuskan untuk tinggal di perbukitan jalan poros Soreang itu, namun dilarang keluarganya karena disitu sama sekali tidak ada sumber air.

Pua Sappe kemudian mengatakan, atas pertolongan Tuhan, dia akan mendatangkan air disitu.

Pua Sappe kemudian mencoba menggali dengan tangannya di bukit dengan berdoa kepada Tuhan sambil membaca salah satu ayat dan tak berapa lama keluar air dari bukit itu. Karena airnya mengalir terus, Pua Sappe menyambungnya dengan pipa.

Baca Juga  Meneteskan Air Mata, Passapu-sapu Ulu di Mesjid Jami Mustakim Lipu Majene

Bahkan, diperoleh informasi, saat masuk di Rumah Pua Sappe, tercium bau wangi yang sumbernya tidak diketahui.

Sejumlah masyarakat juga menyebutkan bahwa dulunya Pua Sappe seorang yang pintar mengobati sejumlah penyakit dan keluhan masyarakat lainnya.

Beberapa kali ditemui, Pua Sappe selalu mengenakan baju warna kuning, salah satu simbol warna di sebuah perkampungan mistik di daerah Wentira Sulawesi Tengah. Apakah Pua Sappe seorang yang sakti?

Suardi Atjo Pn Pandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *