OPINI  

Palestina Butuh Persatuan Umat

Oleh: Sunarti (Pemerhati Sosial)

Kondisi kemanusiaan di Gaza Palestina, kembali mengkhawatirkan. Seperti pernyataan bersama Perancis, Kanada, Inggris dan negara-negara lain pada Selasa, (30-12-2025). tribunnews.com.

Serangan masif, pembunuhan, pencaplokan wilayah Palestina oleh Israel masih terus dilakukan. Hingga kini, jumlah korban tewas akibat agresi Israel jalur Gaza sejak Oktober 2023 telah mencapai 71.269 orang dan yang mengalami luka sebanyak 171.232 orang. Otoritas kesehatan setempat melaporkan selama 48 jam terakhir 3 korban tewas dibawa ke Rumah Sakit di Gaza, termasuk dua jasad yang dievakuasi dari reruntuhan, selain dari 10 korban luka. (31-12-2025) antaranews.com.

Selain itu, Israel juga melarang 37 organisasi kemanusiaan beroperasi di Palestina, Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina pun mengutuk keputusan sewenang-wenang Zionis tersebut.

Penderitaan Palestina Masih Terus Berlangsung

Penderitaan rakyat Palestina akan terus berlangsung selama Zionis Yahudi tetap eksis, baik diakui ataupun tidak diakui oleh dunia. Mereka juga akan terus mewujudkan cita-cita untuk mendirikan Israel Raya dan menguasai politik–ekonomi dunia dengan berbagai cara demi menghancurkan Gaza hingga berhasil mencapai tujuannya.

Baca Juga  Mendukung “Taki Maqbasa Mamuju”: Dari Jargon Pemerintah Menjadi Gerakan Hidup Masyarakat

Membiarkan penjajah tetap eksis sama dengan membiarkan Palestina menderita selamanya. Hal ini telah terbukti dengan jelas hingga saat ini tidak ada solusi bagi kejahatan Israel terhadap Palestina. Lembaga Internasional juga tidak berdaya atas Israel dan sekutunya, meskipun telah banyak yang meminta untuk menghentikan perang.

Bermacam-macam tawaran penyelesaian yang dipimpin Amerika Serikat akan memposisikan Palestina ke dalam jurang penderitaan yang mendalam. Sebab Amerika Serikat berdiri di barisan Israel, tentu saja tidak akan ada solusi yang menguntungkan bagi Palestina. Mengutuk, mengirim bantuan atau mengharap belas kasihan tidak akan pernah cukup untuk membebaskan Palestina.

Kaum Muslimin Harus Bangkit dan Bersatu dalam Naungan Khilafah

Baca Juga  Muslim Tionghoa Rayakan Imlek?

Fakta tersebut harus membuka mata bahwa umat Islam di seluruh dunia harus bersatu demi terwujudnya Khilafah. Pengkhianatan penguasa muslim yang memilih diam atau tunduk pada tekanan global harus dihentikan. Kesadaran kaum muslimin untuk bangkit dan bersatu dalam naungan Khilafah harus terus dikobarkan.

Rasulullah saw. bersabda: “Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, menyayangi dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Muslim)

Para pemimpin Muslim di dunia seharusnya menjadi pelopor untuk segera menuntaskan masalah ini dengan solusi Islam. Solusi yang berasal dari akidah Islam sangat sempurna dan tidak ada cacat dalam memecahkan berbagai problematika kehidupan manusia, baik dalam skala individu, masyarakat, maupun dunia. Karena sesungguhnya pemimpin adalah benteng bagi umat, di mana rakyat bergantung kepada nya.

Baca Juga  Berulangnya Islam di Nista Karena Junnah Tak Ada

Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Imam (pemimpin/Khalifah) laksana perisai atau (junnah), di mana orang-orang akan berperang di belakangnya dan berlindung kepada nya.” (HR. Muslim)

Sudah saatnya umat Islam menyadari bahwa sistem demokrasi kapitalisme global dan tatanan Internasional saat ini, tidak pernah memberikan kedamaian dan keadilan bagi Palestina. Peduli Palestina bukan hanya sekedar isu kemanusiaan, tetapi tanah milik Islam yang dijajah dan dirampas. Membela Palestina bukan hanya sekedar empati belakang, tetapi karena kewajiban untuk mengakhiri penjajahan dan mengembalikan hak yang dirampas. Karena hanya dengan tegaknya Khilafah Islamiyah ‘ala minhajin nubuwwah, masalah penjajahan seperti di Palestina bisa berakhir dan umat akan kembali memiliki benteng yang bisa menjaga darah dan kehormatan mereka.
Wallahu a’ lam. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *