OPINI  

Derita Tak Bertepi, Benarkah Dunia Berkata ‘Gaza Baik-baik Saja?

Nida fitri

Oleh Nida Fitri Azizah (Pendidik dan Aktivis Mahasiswa)

“Lukamu, Lukaku Jua Terhiris tak Nampak mata

Sedihmu, Sedihku Jua menusuk dalam jiwa
Lukamu, Lukaku Jua, tak sanggup Ku melihatnya !
Pedihmu, Pedihku Jua Biarlah Ku Bersama”.

Petikan lagu milik New Boyz, Band Populer asal Malaysia tersebut cukup membuka mata hati kita, betapa tidak setiap penggalan liriknya sarat akan luka yang belum sembuh, tentang luka yang masih menganga namun hilang senyap bahkan diabaikan dunia.

Benar Gaza masih dalam derita yang tak pernah usai tak banyak media yang bersedia menaikkan berita ini kepermukaan, nyatanya disana masih ada luka, masih terjadi penjajahan.

Saat Media kapitalis Global kompak menyuarakan Gaza baik baik saja, padahal Kondisi Gaza semakin parah sebagaimana yang dilansir dalam halaman (Muslimah Media Reborn 18/11/2025) Musim dingin di Gaza sangat mencekam, banjir terjadi dimana mana dan angin kencang mampu merobohkan sisa bangunan yang sudah rapuh tentu hal ini memperburuk kondisi Gaza yang sangat mengenaskan.

Dikabarkan Sejak Jumat pagi, Jalur Gaza berada di bawah sistem tekanan rendah dikepung udara dingin dan hujan lebat, sehingga memperparah penderitaan 1,5 juta warga sipil yang mengungsi di wilayah konflik tersebut.

Dengan Kejamnya , Israel terus memblokir masuknya material perlindungan seperti tenda dan rumah mobil, mengingkari kewajibannya berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Penjahat Dunia sesungguhnya itu yakni Israel telah menewaskan lebih dari 69.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, di Gaza sejak Oktober 2023 dan meluluh lantahkan Gaza hingga rata dengan tanah.

Krisis Kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza menunjukkan dengan tegas bahwa gencatan senjata Solusi dua negara omong kosong belaka dan gagal menjadi solusi tuntas, lantas mengapa dunia khususnya kaum muslimin masih tertawa Bahagia masih menganggap Gaza baik baik saja?, sedangkan bagian tubuh lainnya terluka Aynal Muslimun? Dimana kalian wahai Tubuh yang satu? Sadarilah bahwa Gaza sedang tidak baik baik saja!.

Meski dunia menuntut akses kemanusiaan dibuka, Zionis tetap menghadang distribusi bantuan yang menjadi napas terakhir para pengungsi.

Baca Juga  Palestina Butuh Persatuan Umat

Episode Kebiadaban Zionis memang tidak akan pernah berakhir, dengan kejinya mereka menghadang distribusi bantuan yang menjadi napas terakhir para pengungsi, seperti tenda,rumah dan material perlindungan lainnya (Antara 15/11/2025) https://www.antaranews.com/berita/5244469/unrwa-minta-israel-izinkan-perlengkapan-darurat-masuk-gaza?utm_source=chatgpt.com

Sementara disisi lain dunia diberikan obat penenang mematikan dengan kalimat pemanis narasi diplomasi soal perdamaian, padahal merekalah penjahat sesungguhnya Zionis terus menghalangi masuknya perlengkapan penyelamat nyawa, meninggalkan ribuan keluarga dalam dingin dan gelap.

Sadarilah gencatan senjata bukan solusi, karena akar masalahnya adalah penjajahan.

Sampai kapanpun kejadian seperti ini akan terulang, sesungguhnya saat ini Gaza sedang dikepung penjajahan besar dibawah kendali kepentingan As dan negri penjajah lainnya, Gaza dilawan dengan kekuatan negara negara pengecut tidak seimbang, sedangkan bala tentara negri muslim lainnya hanya sekedar menjadi pajangan tidak bisa menyelamatkan mereka.Amerika Serikat menjadi Negara ketiga yang bermain cantik dibelakang layer namun tidak secara langsung terlibat dalam suatu konflik bersenjata.

Tapi dengan keterlibatannya negara Adidaya tersebut memberikan andil besar dalam atas terjadinya genosida melalui bantuan militer, dukungan finansial, kebijakan ekonomi, atau manuver diplomatik. Mereka memang tidak mengirimkan pasukan tempur ke medan perang, tetapi memberikan dukungan yang sangat signifikan kepada salah satu pihak, yaitu Israel.

Bahasa mudahnya secara perspektif hukum internasional, peran AS tidak bisa dilepaskan dari konsekuensi hukum dan moral yang timbul dari dukungan tersebut. (Kumparan.com)

Dunia yang bersikap seolah Gaza ‘baik-baik saja’, padahal setiap harinya krisis justru kian memburuk, seakan lupa bahwa kelaparan yang menggerogoti warga sipil adalah akibat pilihan politik dan blokade yang terus dilanggengkan termasuk di bawah bayang-bayang kekuatan besar seperti AS yang memegang kendali atas banyak keputusan kemanusiaan.”

Kaum muslimin termasuk Negara-negara Arab sepatutnya menyadari bahwa normalisasi hubungan dengan entitas Zion*s hanyalah tipu daya AS guna melegalkan penjajahan di Palestina .

Sebagaimana yang termaktub dalam kitab Mafahim hlm. 80 karangan Syekh Taqiyuddin an-Nabhani menjelaskan bahwa perjanjian-perjanjian yang dilakukan negara adidaya merupakan sarana penjajahan atau sarana memperkuat pengaruh negara adidaya yang merekayasa perwujudan perjanjian tersebut. Hubungan AS dengan negara-negara di Timur Tengah dimaksudkan untuk memperkuat pengaruh AS di kawasan Timur Tengah dan menguatkan orientasi politik unilateral pemerintahan AS. Persekutuan tersebut merupakan salah satu sarana penjajahan AS.

Baca Juga  Menyimak Pesan-pesan Ilahi

Padahal, solusi hakiki untuk membebaskan Palestina adalah dengan memberikan perlawanan seimbang dengan jihad fisabilillah. Hanya dengan jihad, Zion*s akan bisa dikalahkan dan diusir dari bumi Palestina. Hanya dengan jihad pula seluruh kekuatan asing akan bisa dihilangkan dari wilayah Palestina.

Negeri-negeri muslim sejatinya mampu mengirimkan militer ke Palestina untuk membebaskan saudaranya sesama muslim. Gabungan kekuatan militer dunia Islam akan cukup untuk mengalahkan Zions dan kekuatan pendukungnya. Namun, negeri-negeri muslim tidak melakukannya. Namun lagi dan lagi belenggu kapitalisme telah membuat mereka melakukan politik luar negerinya pada keuntungan ekonomi, bukan dakwah dan jihad sebagaimana yang telah Allah Taala perintahkan. Batas dan Sekat negara juga telah mengerdilkan potensi mereka, seolah-olah tidak akan mampu mengalahkan entitas sekecil Zions, padahal nenek moyang kaum muslim adalah para mujahid. Dalam diri mereka mengalir darah Salahuddin al-Ayyubi, Khalid bin Walid, Muhammad al-Fatih, Sulaiman al-Qanuni, dll. Sekat negara telah menjadikan mereka sebagai sosok-sosok pengecut yang tunduk dibawah ketiak AS dan sekutunya.

Ketika Negeri Muslim Terombang-Ambing, Islam Menawarkan Jalan yang Dilupakan.
Jangan Lupakan Palestina ,Umat Islam bagaikan Satu Tubuh, Islam mengharamkan darah seorang muslim ditumpahkan tanpa alasan syar’i. Rasulullah saw. bersabda,
لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ مُؤْمِنٍ بِغَيْرِ حَقٍّ (“Hilangnya dunia lebih ringan bagi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR Nasai 3987, Turmudzi 1455).
Krisis yang terjadi di Palestina bukan lagi pembunuhan biasa, melainkan genosida. Sungguh yang terjadi di Palestina merupakan sebuah bencana bagi umat Islam. Ini karena sesama muslim adalah bersaudara. Rasulullah saw. bersabda,
المُسْلِمُ أَخُو المُسْلِمِ، لاَ يَظْلِمُهُ، وَلاَ يَخذُلُهُ، وَلَا يَكْذِبُهُ، وَلَايَحْقِرُهُ. التَّقْوَى هَاهُنَا -وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ- بِحَسْبِ امْرِىءٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ المُسْلِمَ. كُلُّ المُسْلِمِ عَلَى المُسْلِمِ حَرَامٌ: دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ
“Seorang muslim adalah saudara untuk muslim lainnya. Oleh karenanya, ia tidak boleh berbuat zalim, menelantarkan, berdusta, dan menghina yang lain. Takwa itu di sini (beliau memberi isyarat ke dadanya tiga kali). Cukuplah seseorang berdosa jika ia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim lainnya itu haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.” (HR Muslim).

Baca Juga  Opini: Antara Qawwamah dan KDRT

Bahkan, umat Islam itu laksana satu tubuh. Rasulullah saw. bersabda,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR Bukhari no. 6011 dan Muslim no. 2586).

Kaum muslimin tidak boleh diam atas penjajahan dan genosida di Palestina, apalagi menyerahkan urusan Palestina pada para penjajah. Umat Islam harus mempersiapkan kekuatan terbaiknya hingga level maksimal untuk membela saudaranya di Palestina. Allah Taala berfirman,

وَاَعِدُّوْا لَهُمْ مَّا اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ وَّمِنْ رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُوْنَ بِهٖ عَدُوَّ اللّٰهِ وَعَدُوَّكُمْ وَاٰخَرِيْنَ مِنْ دُوْنِهِمْۚ

“Persiapkanlah untuk (menghadapi) mereka apa yang kamu mampu, berupa kekuatan (yang kamu miliki) dan pasukan berkuda. Dengannya (persiapan itu) kamu membuat gentar musuh Allah, musuh kamu, dan orang-orang selain mereka.” (QS Al–Anfal [8]: 60).

Daulah Islam Menggelorakan Jihad
Sejarah Islam telah menggelorakan jihad dengan mengirimkan bala tentaranya dengan beserta alutsista tercanggih untuk mengalahkan Zions dan membebaskan Palestina hingga tidak ada lagi genosida dan umat Islam bisa hidup di Palestina dengan tenang, damai, dan makmur.Daulah islam akan tampil dengan kekuatan militer yang cukup untuk melawan pendudukan Zions di Palestina dan dominasi AS di dunia Islam sebab mereka akan menggabungkan negeri-negeri muslim di seluruh dunia. Kekuatan negeri-negeri di Timur Tengah, Asia Tengah, Timur Jauh, Afrika, dll. akan disatukan dalam naungan satu negara oleh karna itu persatuan kaum muslimin adalah kebutuhan yang harus segera diwujudkan Akhir kata Gaza sedang tidak baik baik saja beritakanlah dan suarakanlah Wallahu ‘alam Bishawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *